Seleksi Beswan Djarum 2014/2015

Beasiswa Djarum Plus adalah program beasiswa tahunan yang diberikan Djarum Foundation kepada mahasiswa/i semester 4  selama satu tahun. Selain mendapatkan uang beasiswa, para Beswan Djarum (sebutan untuk penerima beasiswa) juga akan memperoleh pelatihan-pelatihan softskill bersama Beswan Djarum dari seluruh nusantara. Untuk lebih lengkapnya mengenai program ini, silahkan mengakses web resmi dari Djarum Beasiswa Plus.

Sebagai mahasiswi yang hobi-nya nongkrongin bagian kemahasiswaan dan membaca mading kampus, saya mendapatkan info program beasiswa Djarum ini. Tahapan pertama adalah memenuhi persyaratan awal sebagai calon penerima beasiswa, yang dapat di lihat di Persyaratan Penerima Djarum Beasiswa Plus.

Setelah pendaftaran  secara online dan pengiriman berkas ditutup, inilah saat yang mendebarkan dimana kita harus menunggu jawaban apakah kita lolos seleksi administrasi. Saya mencari banyak info mengenai waktu pengumuman dari akun-akun resmi Beasiswa Djarum di berbagai jejaring sosial hingga blog-blog personal para calon penerima maupun Beswan Djarum angkatan sebelumnya. Ternyata yang lolos seleksi nantinya akan dikirimkan SMS dan email yang memberitahukan bahwa Anda lolos dan bila tidak lolos maka tidak akan mendapatkannya yang kira-kira akan dikirimkan seminggu sebelum Tes Potensi Akademis.

Saya mencari jadwal TPA untuk univeristas saya dan inilah yang saya temukan

Jadwal TPA Djarum

Dan tepat seminggu sebelum tes berlangsung, pada tanggal 3 Juli 2014, saya mendapatkan SMS dari pihak Djarum. Ternyata saya berhasil lolos seleksi administrasi ( yeay!! :^) ) dan diharapkan untuk mencetak undangan yang sudah dikirimkan di email saya. Saya langsung saja mengecek email namun tidak mendapatkan pesan masuk apapun. Wah, saya jadi kebingungan sendiri ini. Saya berniat mengirim email kepada pihak Djarum untuk menanyakan undangannya. Untung saja sebelum dikirim, saya iseng-iseng mengecek Junk Mail dan ternyata pesan dari pihak Djarum masuk kesana! Saya buru-buru hapus email yang sudah ketik tadi dan langsung membuka undangannya.

10 Juli 2014

Hari pertama TPA Beasiswa Djarum untuk wilayah Jakarta dimulai. Pagi-pagi sekali saya sudah bersiap-siap untuk berangkat karena menurut undangan, kami diharapkan sampai pada pukul 07.30 yang bertempat di Gedung SMESCO UKM, Gatot Subroto. Tidak lupa saya membawa semua perlengkapan yang diperlukan seperti jas almamater, pulpen hitam dan tip-x.

Pukul 07.35, saya sampai di depan Gedung SMESCO dan langsung berlari menuju lift untuk mencapai tempat tes diadakan. Saya kira saya sudah terlambat, melihat begitu banyaknya orang yang sudah berkumpul di depan ruamgan. Namun ternyata belum ada tanda-tanda dari pihak Djarum untuk memasuki ruangan maupun memulai tesnya. Pada pukul 08.00 barulah pintu ruangan dibuka. Namun sebelum masuk, kami di kumpulkan sesuai universitas kami untuk menandai kehadiran kami.

Begitu masuk ruangan, ratusan bangku kuliah berjejer rapi dan kami duduk per universitas. Pada pukul 09.00 barulah TPA dimulai. Diawali dengan doa bersama, kertas lembar jawaban dan buku soal mulai dibagikan satu per satu. Soal-soal psikotest yang dibagikan tidak berbeda jauh dengan tes-tes psikotest lainnya yang sebelumnya pernah saya ikuti. Waktu yang diberikan sangat terbatas untuk mengerjakan setiap paket soalnya.

Setelah mengerjakan soal-soal itu, psikotest selanjutnya adalah Wartegg Test, dimana disediakan kertas dengan 8 kotak dan dimasing-masing kotak tersebut terdapat berbagai bentuk berbeda, seperti titik hitam, garis horizontal, vertikal, setengah lingkaran dan lainnya. Tugasnya adalah menggambar apa saja di dalam masing-masing kotak dengan mengikutsertakan bentuk yang tersedia. Tes dilanjutkan dengan menggambar pohon dan manusia. (NB: Untuk tes-tes di atas, Anda dapat mengoogling referensi dan tips-tips dalam mengerjakannya yang banyak tersebar di internet.)

Pada pukul 11.30, TPA sudah selesai dan kami disuruh menunggu 1 jam untuk pengumuman siapa saja yang lolos ke tes tahap selanjutnya. Pada pukul 12.45, ruangan kembali dibuka dan  kakak Beswan Djarum mulai membacakan nama-nama peserta yang lolos psikotest ini dan lanjut ke tes tahap selanjutnya. Dan ternyata saya lolos!! Saya sangat senang dan penuh syukur saat dinyatakan lolos tahap selanjutnya.

Setelah pengumuman tersebut, tes tahap selanjutnya langsung diumumkan, yakni Focus Group Discussion. Dengan alasan tempat dan jumlah, tahapan ini dibagi menjadi 2 shift, hari ini juga dan besok. Universitas saya kebetulan mendapatkan kesempatan di shift kedua jadi saya harus datang lagi keesokan harinya. Lokasi-nya juga berbeda, yakni di Universitas Paramadina, sekitar 400 meter dari gedung SMESCO.

11 Juli 2014

Pukul 08.00 pagi kami diharapkan sudah sampai di aula universitas Paramadina dan acara langsung dimulai begitu semua sudah berkumpul. Karena saya sampai 1 jam lebih awal, saya sempat melihat-lihat jadwal wawancara yang ditempel di depan pintu aula yang diadakan keesokan harinya.

Pada FGD ini, tidak diadakan sistem gugur seperti kemarin jadi kami bisa berlega hati. Bahkan ada beberapa universitas yang tidak diikutkan dalam FGD ini dan langsung mengikuti wawancara. Kami dibagi menjadi 6 kelompok dan gabungan dari 3 universitas yang ada. Masing-masing kelompok diberikan sebuah kasus, dan kita diminta untuk mendiskusikannya. Setelah diskusi yang hanya 30 menit, setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan semuanya. Setiap kelompok mendapat waktu 15 menit, 5 menit untuk menyampaikan hasil diskusi dan 10 menit untuk sesi tanya jawab.

Semua orang terlihat sangat antusias dalam kegiatan diskusi ini dan banyak sekali yang ingin bertanya, namun dikarenakan waktu yang terbatas, hanya 3 pertanyaan yang dapat diajukan untuk setiap kelompok.

12 Juli 2014

Hari terakhir dari tes seleksi Beswan Djarum untuk wilayah Jakarta, dimana kami akan diwawancara. Setiap peserta sudah dijadwalkan jamnya dan hanya mendapat waktu setengah jam. Saya mendapatkan waktu wawancara pada pukul 11.30, namun saya sudah sampai di universitas Paramadina 45 menit sebelumnya untuk mempersiapkan diri. Pada pukul 11.30, nama saya dipanggil dan saya memasuki ruangan aula yang tertutup itu. Saya menuju meja yang sebelumnya sudah ditetapkan dan menyapa kedua pewawancara.

Saya banyak mencari info, dan mengatakan bahwa pewawancara terdiri dari 2 orang, satu dari pihak Djarum dan satunya lagi seorang Psikolog. Pewawancara saya adalah seorang wanita dan laki-laki, dan saya tidak tahu yang mana yang dari pihak Djarum dan yang mana Psikolognya. Awalnya saya sempaat gugup, namun ternyata kakak-kakak pewawancaranya sangat ramah dan terkesan santai dalam mengajukan setiap pertanyaan.

Wawancaranya lebih bersifat sharing dan rata-rata pertanyaannya sejenis seperti kegiatan di kampus selain kuliah dan motivasi mengikuti Beasiswa Djarum ini. Inti utama dari wawancara ini adalah be yourself dan tetap pede dalam menjawab setiap pertanyaannya. Setelah keluar dari ruangan sih saya merasa puas-puas saja, namun begitu mendengar jawaban dari teman-teman lain saya menjadi sedikit minder. Jawaban mereka benar-benar bagus dan kelihatan berpengalaman, sedangkan saya hanya menjawab seadanya 😦

Pengumuman apakah diterima atau tidaknya kami sebagai Beswan Djarum masih cukup lama, yakni pada tanggal 31 Agustus 2014. Walau sudah keburu hopeless duluan tapi saya sudah memberikan yang terbaik dari diri saya. Apapun hasilnya, saya akan menerima dengan lapang dada. Semoga saja saya diberikan yang terbaik! Wish us luck! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s